Pemanggilan Pimpinan Pers Bentuk Pembusukan Internal Polri

www.media-indonesia.com Sabtu, 21 November 2009 07:09 WIB

JAKARTA--MI: Pemanggilan dua pimpinan media cetak nasional ke Mabes Polri terkait dengan rekaman dugaan rekayasa kasus Bibit-Chandra merupakan bentuk pembusukan internal Polri, kata seorang pengamat kepolisian. "Sepertinya ada pembusukan dari internal Polri untuk memusuhi pers di tengah keterpurukan citra Polri saat ini," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane di Jakarta, Jumat.

Ia mengaku prihatin dengan upaya untuk mengkriminalisasi pers yang sedang dilakukan oleh Polri. Padahal, kata dia, Polri seharusnya menjadikan pers sebagai mitra kritis untuk menata citranya dan bukan malah melakukan kriminalisasi.

Ia berharap agar para petinggi Polri dapat bersikap arif dalam bertindak dan tidak mengedepankan arogansi.

Pemanggilan pimpinan pers tidak akan menguntungkan Polri, bahkan merugikan Polri maupun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, katanya menegaskan. Tindakan itu dapat dianggap merupakan cara-cara Orde Lama sebab kasus itu tidak punya relevansi dengan kasus yang ada dan hanya wujud arogansi, ujarnya.

"Kasus ini menjadi catatan buruk polri sebab dalam era Kapolri-Kapolri sebelumnya, pers dianggap sebagai mitra dan tidak pernah dimusuhi atau dikrimimalisasi," katanya.

Pada Jumat (10/11) siang, Redaktur Pelaksana (Redpel) Harian Kompas Budiman Tanuredjo dan Redpel Harian Seputar Indonesia (Sindo) Nevi Hetharia, memenuhi panggilan penyidik Direktorat II Badan Reserse Kriminal Polri terkait dengan rekaman kasus rekayasa kasus Bibit-Chandra.

Budiman mengatakan, penyidik hanya menanyakan kepastian apa benar Kompas menurunkan transkrip rekaman berdasarkan rekaman yang diputar oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya jawab iya. Dan itu saja yang ditanyakan," katanya. Ia mengatakan, keterangan kepada polisi itu hanya sebatas wawancara biasa dan bukan dalam rangka penyidikan.

"Hanya permohonan keterangan biasa kok," katanya menegaskan. Ia mengaku tidak tahu, siapa yang menjadi pelapor kasus itu. Sementara itu, Redpel Harian Seputar Indonesia Nevi Hetharia juga datang ke Mabes Polri karena sama-sama mendapatkan panggilan dalam kasus yang sama.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Nanan Soekarna mengatakan, pemanggilan pimpinan media cetak bukan untuk kepentingan laporan Anggodo Widjojo.

Ia mengatakan, pemanggilan pimpinan media cetak justru untuk memformulasikan unsur pidana terhadap Anggodo Widjojo terkait dengan rekaman percakapannya dengan sejumlah aparat penegak hukum. Nanan menyatakan, keterangan dari pimpinan media akan memperkuat sangkaan terhadap Anggodo agar menjadi tersangka. (Ant/OL-03)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

10 TIPS SAAT UJIAN


Ketika kamu melakukan ujian, kamu sedang mendemonstrasikan kemampuanmu dalam memahami materi kuliah, atau dalam melakukan tugas-tugas tertentu.
Ujian memberikan dasar evaluasi dan penilaian terhadap perkembangan belajarmu.

Ada beberapa kondisi lingkungan,
termasuk sikap dan kondisimu sendiri, yang mempengaruhimu dalam melakukan ujian.

Sepuluh tips untuk membantu kamu dalam mengerjakan ujian:

  • Datanglah dengan persiapan yang matang dan lebih awal.
    Bawalah semua alat tulis yang kamu butuhkan, seperti pensil, pulpen, kalkulator, kamus, jam (tangan), penghapus, tip ex, penggaris, dan lain-lainnya. Perlengkapan ini akan membantumu untuk tetap konsentrasi selama mengerjakan ujian.

  • Tenang dan percaya diri.
    Ingatkan dirimu bahwa kamu sudah siap sedia dan akan mengerjakan ujian dengan baik.

  • Bersantailah tapi waspada.
    Pilihlah kursi atau tempat yang nyaman untuk mengerjakan ujian. Pastikan kamu mendapatkan tempat yang cukup untuk mengerjakannya. Pertahankan posisi duduk tegak.

  • Preview soal-soal ujianmu dulu (bila ujian memiliki waktu tidak terbatas)
    Luangkan 10% dari keseluruhan waktu ujian untuk membaca soal-soal ujian secara mendalam, tandai kata-kata kunci dan putuskan berapa waktu yang diperlukan untuk menjawab masing-masing soal. Rencanakan untuk mengerjakan soal yang mudah dulu, baru soal yang tersulit. Ketika kamu membaca soal-soal, catat juga ide-ide yang muncul yang akan digunakan sebagai jawaban.

  • Jawab soal-soal ujian secara strategis.
    Mulai dengan menjawab pertanyaan mudah yang kamu ketahui, kemudian dengan soal-soal yang memiliki nilai tertinggi. Pertanyaan terakhir yang seharusnya kamu kerjakan adalah:

    • soal paling sulit
    • yang membutuhkan waktu lama untuk menulis jawabannya
    • memiliki nilai terkecil
  • Ketika mengerjakan soal-soal pilihan ganda, ketahuilah jawaban yang harus dipilih/ditebak.
    Mula-mulai, abaikan jawaban yang kamu tahu salah. Tebaklah selalu suatu pilihan jawaban ketika tidak ada hukuman pengurangan nilai, atau ketika tidak ada pilihan jawaban yang dapat kamu abaikan. Jangan menebak suatu pilihan jawaban ketika kamu tidak mengetahui secara pasti dan ketika hukuman pengurangan nilai digunakan. Karena pilihan pertama akan jawabanmu biasanya benar, jangan menggantinya kecuali bila kamu yakin akan koreksi yang kamu lakukan.

  • Ketika mengerjakan soal ujian esai, pikirkan dulu jawabannya sebelum menulis.
    Buat kerangka jawaban singkat untuk esai dengan mencatat dulu beberapa ide yang ingin kamu tulis. Kemudian nomori ide-ide tersebut untuk mengurutkan mana yang hendak kamu diskusikan dulu.

  • Ketika mengerjakan soal ujian esai, jawab langsung poin utamanya.
    Tulis kalimat pokokmu pada kalimat pertama. Gunakan paragraf pertama sebagai overview esaimu. Gunakan paragraf-paragraf selanjutnya untuk mendiskusikan poin-poin utama secara mendetil. Dukung poinmu dengan informasi spesifik, contoh, atau kutipan dari bacaan atau catatanmu.

  • Sisihkan 10% waktumu untuk memeriksa ulang jawabanmu.
    Periksa jawabanmu; hindari keinginan untuk segera meninggalkan kelas segera setelah kamu menjawab semua soal-soal ujian. Periksa lagi bahwa kamu telah menyelesaikan semua pertanyaan. Baca ulang jawabanmu untuk memeriksa ejaan, struktur bahasa dan tanda baca. Untuk jawaban matematika, periksa bila ada kecerobohan (misalnya salah meletakkan desimal). Bandingkan jawaban matematikamu yang sebenarnya dengan penghitungan ringkas.

  • Analisa hasil ujianmu.
    Setiap ujian dapat membantumu dalam mempersiapkan diri untuk ujian selanjutnya. Putuskan strategi mana yang sesuai denganmu. Tentukan strategi mana yang tidak berhasil dan ubahlah. Gunakan kertas ujian sebelumnya ketika belajar untuk ujian akhir.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

all about of Tekad

Tekad Sukihanjani, lahir di Boyolali pada tanggal 23 September 1988. Bintang Libra, anak nomor satu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS